Skip to main content

Perangkat Jaringan Komputer

            Perangkat jaringan adalah sebuh hardware yang terhubung ke suatu jaringan untuk berkomunikasi data di dalam sebuah jaringan. Ada banyak sekali macam-macam perangkat jaringan, yaitu :
1.     Kabel Coaxial
A.    Penjelasan

             Kabel Coaxial ditemukan oleh Oliver Heaviside. Kabel ini terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutupi bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengah yang  selanjutnya ditutupi atau dilindungi dengan plastic sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan Kabel Coaxial memiliki 3 bagian utama, yakni pelindung luar, pelindung berupa anyaman tembaga, dan isolator plastic.
             Coaxial banyak digunakan di jaringan local karena biaya pembangunan jaringannya yang relative murah. Biasanya kabel ini digunakan pada topologi ring. Pada jaringan local (LAN), kabel coaxial mempunyai beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara node network, dibandingkan dengan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga instalasi network yang jauh dapat optimal. Kabel coaxial menggunakan konektor BNC. Kabel Coaxial mmiliki kapasitas bandwith 10 Mbps dan kapasitas node adalah 30 node. Kabel Coaxial sering dipakai sebagai jalur transmisi untuk frekuensi sinya radio.
            Dikenal dua macam kabel coaxial, yaitu :
1.      Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)

      Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12 mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai Standard Ethernet atau Thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cumin disebut Yellow Cable.

      Kabel Coaxial jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
Ø  Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50 Ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, buka menggunakan satu buah resistor 50 Ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
Ø  Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
Ø  Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
Ø  Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk repeaters.
Ø  Maksimum panjang per segment adalah sekitar 500 meter.
Ø  Maksimum jarak antar segment adalah sekitar 1500 meter.
Ø  Setiap segment harus diberi ground.
Ø  Jarak maksimum antara cabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah sekita 5 meter.
Ø  Jarak minimum antar cabang adalah sekitar 2,5 meter.

2.      Thin Coaxial Cable (Kabel Coaxial “kurus”)

      Jenis kabel Coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel Coaxial jenis ini memenuhi standar IEEE 802.1 10BAS2, dimana rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-Connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai Thin Ethernet atau ThicnNet.
      Jenis kabel Coaxial ini jika diimplementasikan dengan T-Connector dan Terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :
Ø  Setiap ujung kabel diberi terminator 50 Ohm.
Ø  Panjang maksimal kabel adalah 185 meter per segment.
Ø  Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices).
Ø  Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali repeater.
Ø  Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (Populated Segment).
Ø  Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
Ø  Panjang minimum antar T-Connector adalah 0,5 meter.
Ø  Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 555 meter.
Ø  Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.

      Karakteristik kabel Coaxial adalah sebagai berikut :
Ø  Kecepatan dan keluaran 10-100 Mbps.
Ø  Biaya rata-rata per node murah.
Ø  Media dan ukuran konektor : medium.
Ø  Panjang kabel maksimum 200 m (disarankan 180 m ) untuk thin-coaxial dan 500m untuk thick-coaxial.
            Jenis Kabel Coaxial
Type
Hambatan
Digunakan untuk
RG -8
50 Ohm
Thick Ethernet
RG-11
50 Ohm
Thick Ethernet
RG-58
50 Ohm
Thin Ethernet
RG-59
75 Ohm
Kabel TV
RG-62
93 Ohm
ARCnet

B.     Kelebihan Kabel Coaxial
Ø  Jarak maksimum kabel lebih panjang dibandingkan UTP dan STP.
Ø  Lebih murah dibandingkan dengan Fiber Optik.
Ø  Memiliki kemampuan menolak noise yang cukup baik.

C.    Kekurangan Kabel Coaxial
Ø  Tebal, sehingga susah dalam instalasi dibandingkan dengan Twister Pair.
Ø  Jika kedua ujungnya tidak di ground (dilakukan dengan memastikan adanya koneksi elektrik yang solid di kedua ujung) dengan baik, maka akan mengakibatkan masalah dalam koneksi.
ü  Twisted Pair
            Kabel Twisted Pair adalah jenis kabel yang digunakan dalam jaringan yang mana di dalam kabel tersebut terdapat pasangan kabel yang saling berlilitan sehingga biasa disebut dengan Twisted Pair.
2.      Kabel UTP (Unshield Twisted Pair).
A.    Penjelasan

            UTP merupakan kabel jaringan yang paling banyak digunakan karena UTP mempunyai tingkat noise yang kecil yang disebabkan 4 kabel yang dililitkan berpasangan sehingga mengurangi gelombang elektromagnetik yang dapat mengganggu pengiriman data. UTP dapat mempunyai transfer rate 10-100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maksimum 100 m. jika lebih dari 100 meter maka akan terjadi pemelahan sinyal data sehingga data tersebut bisa rusak. Pada umumnya menggunakan konektor RJ-45. Kabel UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mendukung arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.
            Terdapat 6 kategori kabel UTP :
1.      Category (CAT) 1
                        Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
2.      Category (CAT) 2
                        Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
3.      Category (CAT) 3
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.
4.      Category (CAT) 4
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.
5.      Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100 Mbps. Untuk penyambungan konekter UTP untuk jaringan 10/100 Mbps perlu diperhatikan metode kombinasi penyambungan warna kabel konekter ke kanan.

B.     Kelebihan Kabel UTP
Ø  Mudah untuk instalasi.
Ø  Lebih murah dibandingkan tipe media yang lain.
Ø  Memiliki diameter kecil, sehingga mempermudah dalam membuat saluran kabel.
Ø  Kecepatan dan keluaran : 4 Mbps – 1Gbps.
C.    Kekurangan Kabel UTP
Ø  Lebih mudah terkena interfensi elektromagnetik dan noise.
Ø  Jarak maksimum kabel lebih kecil dibandingkan dengan kabel Coaxial.
Ø  Lebih lambat dalam transmisi data.

D.    Jenis Pengkabelan menggunakan Kabel UTP
Terdapat dua mtode pengkabelan menggunakan kabel UTP :
1.      Kabel Lurus (Straight Cable).

            Straight Cable digunakan untuk menghubungkan antara workstation dengan hub/switch. Pemasangan kabel secara straight adalah menggunakan tipe 568B di satu sisi dan tipe 568B di sisi lainnya. Standard secara internasional EIA/TIA-568B RJ-45 untuk wiring atau pemasangan/penyambungan  kabel Straight adalah:
Susunan Kabel Straight/Lurus
Putih Orange
1
Putih Orange
Orange
2
Orange
Putih Hijau
3
Putih Hijau
Biru
4
Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Hijau
6
Hijau
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat

2.      Kabel Silang (Cross Cable)

            Cross Cable digunakan untuk menghubungkan antara client dengan client, hub dengan hub, antara 2 komputer tanpa hub. Pemasangan kabel secara cross adalah menggunakan tipe 568B di satu sisi dan tipe 568B di sisi lainnya.
Susunan Kabel cross/silang
Putih Orange
1
Putih Hijau
Orange
2
Hijau
Putih Hijau
3
Putih Orange
Biru
4
Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Hijau
6
Orange
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat

3.      Kabel STP (Shield Twisted Pair)

            Kabel STP tidak begitu beda dengan kabel UTP, hanya saja STP memadukan teknik Shielding (pembungkusan, cancellation, dan twisting of wires. STP memberikan ketahanan dari interferensi elektromagnetik dan interferensi frekuensi radio tanpa meunjukkan penambahan berat dan ukuran kabel yang khusus. Kabel STP memiliki pelindung yang lebih dari semua interfensi eksternal tetapi memiliki harga yang relative mahal dibandingkan dengan UTP.
            Tidak seperti kabel Coaxial, bungkus atau pelindung dalam STP bukan merupakan dari jalur data, oleh karena itu kabel harus di ground pada kedua ujung. Jika tidak di ground dengan baik, STP dapat menjadi sumber masalah karena memungkinkan shield bekerja seperti antenna, menyerap sinyal elektrik dari wire yang lain dan dari noise elektrik yang berasal dari luar kabel. Panjang maksimal STP lebih kecil jika di bandingkan dengan Coaxial.
            Tipe STP yang lain adalah yang dibuat untuk instalasi token RING, dikenal dengan 150 Ohm STP. Selain keseluruhan kabel dibungkus, masing-masing twisted pair-nya juga dibungkus untuk mengurangi crosstalk. STP jenis ini juga harus di ground pada kedua ujungnya. Kabel STP jenis ini membutuhkan isolasi yang lebih banyak, dan shielding yang lebih banyak pula.
            Karakteristik STP :
Ø  Speed dan throughput : 10-100Mbps.
Ø  Harga lebih mahal dibandingkan dengan UTP dan Coaxial.
Ø  Ukuran media dan konektor : medium to large.
Ø  Panjang kabel maksimum : 100 M.
Kelemahan Kabel STP :
Ø  Tidak samanya standar antara perusahaan yang memproduksi.
Ø  Harganya yang mahal.
Ø  Lebih tebal.
Ø  Sulit untuk instalasi.

4.      Fiber Optic (Serat Optik)
            Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optic. Ditengah-tengah kabel terdapat filamen glass, yang disebut “core”. Dan dikelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar. Gambaran umum system transmisi fiber optic, sinyal yang digunakan adalah dalam bentuk digital, sedangakn penyaluran sinyal melalui serat optic adalah dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya diperoleh dari proses memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optic. Proses ini terjadi pada arah kirim, sedangkan pada arah terima melalui detector optic, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital. Bila jarak antara stasiun pengirim dengan stasiun penerima berjauhan, sinyal pulsa cahaya yang ditransmisikan akan mengalami proses pelemahan yang disebabkan adanya rugi-rugi yang timbul selama proses pengiriman sesuai dengan panjang dan jenis saluran optk yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersbut, pulsa cahaya akan diregenerasikan sesuai dengan keadaan pada saat pengiriman. Proses ini terjadi pada stasiun pengulangan. Ada banya konektor yang digunakan, seperti konektor FC, SC,ST,Biconic, D4,SMA, dan MT-RJ.

5.      Network Interface Card (NIC)
            Network Interface Card (NIC) atau Network Card adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari computer ke sebuah jaringan computer. NIC memungkinkan computer untuk berkomunikasi melalui jaringan computer. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut dengan MAC Address yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna. Tugas NIC adalah mengubha aliran data parallel dalam bus computer menjadi bentuk serial sehingga data dapat ditransmisikan di atas media jaringan dan dapat mempercepat kecepatan jaringan. Media umum yang digunakan antara lain adalah kabel UTP CAT5 dan CAT5E, kabel fiber optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).
            Jenis  NIC yang beredar, antara lain adalah :
A.    NIC Fisik
      NIC Fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard computer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain dari kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus parallel atau Express Card sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile). Contoh NIC bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya.
      Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media=Spesific NIC). Yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan contohnya adalah NIC Ethernet yang dapat berupa Twisted Pair (UTP atau STP), ThinNet atau ThickNet atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).
2.      Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC). Yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed data Interface).
B.     NIC Logis
NIC Logis merupakan jenis NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di atas system operasi dan bekerja seolah-olah dirinya adalah sebuah NIC. Contoh dari perangkat NIC logis adalah loopback adapter (dalam system operasi Windows, harus diinstalasikan secara manual atau dalam system operasi keluarga UNIX, terinstalasi secara default, dengan nama interface LO) dan Dial-Up Adapter (yang menjadikan modem sebagai sebuah alat jaringan dalam system operasi Windows). Kartu NIC Logis ini dibuat dengan teknik emulasi.
6.      HUB
            Hub adalah bentuk sederhana dari Switch. Hub digunakan untuk jaringan sederhana. Cara kerja HUB adalah menyalin paket data dari sumber yang terkoneksi pada suatu port dan mentransferkannya ke seluruh port yang tersambung paha Hub (Menyebar/Broadcast). Jika paket data yang ditransfer sesuai alamat port (computer) yang dituju, maka paket data akan diterima, jika tidak, akan diabaikan (ditolak). Saat ini Hub sudah mulai ditinggalkan karena kelemahan seperti jangkauan, kecepatan transfer data, dan resiko loss data, yang membuat Switch lebih diminati.
            Berdasarkan fungsinya, Hub dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
Ø  Hub Pasif, merupakan hub yang berfungsi sebagai pemisah atau pembagi jaringan, akan tetapi tidak melakukan penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan.
Ø  Hub Aktif, berfungsi sebagai penghubung jalur secara fisik dan penguat sinya dalam jaringan. Akan tetapi Hub aktif membutuhkan tenaga listrik tambahan untuk bisa berkerja.

7.      Switch
            Switch pada dasarnya mempunyai fungsi seperti Hub yaitu sebagai pembagi sinyal dan penguat sinyal pada jaringan computer. Akan tetapi Switch lebih cerdas daripada Hub karena Switch dapat mengenali alamat data yang harus ditrnasmisikan dan mampu mengatur lalu lintas data dalam jaringan secara lebih baik dibandingkan dengan Hub. Sehingga saat melakukan pengiriman data, Switch akan langsung mengirim ke computer yang telah dituju tanpa terjadi kebingungan mencari alamat host si penerima. Switch merupakan titik percabangan dari proses transfer data sehingga jika Switch mengalamai masalah, maka seluruh koneksi jaringan dan proses transfer data akan terganggu. Switch biasanya memiliki banyak port yang akan menghubungkan ke jaringan computer dan port-port tersebut akan berhubungan dengan konektor RJ-45.
            Secara umum, Switch dibagi menjadi dua jenis pada jaringan computer, yaitu :
1.      Unmanaged Switch, adalah pilihan termurah dan biasanya digunakan di kantor atau bisnis kecil. Switch jaringan computer ini melakukan fungsi dasar mengelola aliran data antara printer bersama dan beberapa computer. Mereka dapat menjadi model desktop atau rak mount.
2.      Managed Switch, memiliki antarmuka pengguna atau menawarkan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mengubah pengaturan Switch. Ada beberapa metode untuk memperbarui Switch jaringan, mulai dari konsol serial ke apliaksi berbasisi internet. Jenis Switch jaringn computer mengharuskan pengguna berpengetahuan untuk menyesuaikan pengaturan yang diperlukan.

8.      Repeater
            Repeater adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk memperluas area jangkauan jaringan/ memperluas batas dari daerah jaringan LAN atau Nirkabel (WiFi). Repeater bekerja dengan menyebarkan/memperbarui sinyal-sinyal yang ditransmisikan untuk menjangkau kembali sinyal dan bentuknya seperti semula untuk memperpanjang jarak yang dapat ditempuh oleh sinyal tersebut. Repeater diperlukan karena sinyal-sinyal akan mengalami masalah (menjadi lemah) saat batas area jangkauan jaringan sudah mencapai batas maksimum panjannya. Perangkat ini bekerja dengan menerima sinyal dari server atau client dan menyebarkan kembali sinyal acces point.
            Fungsi Repeater adalah menerima sinyal dari satu kabel LAN dan memancarkannya kembali ke kabel LAN yang lain. Pada jaringan Wireless, Repeater diletakkan pada gedung-gedung yang tinggi, menara pemancar, atau dipuncak gunung. Hal ini bertujuan agar sinyal yang diterima dapat terpancar dan diterima dengan baik. Dengan adanya repeater, jarak gelombang yang jauh pun dapat dijangkau.

9.      Router
            Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang disebut routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
            Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Fungsi routing berguna untuk memilih rute yang terbaik dalam jaringan, sedangkan gateway berfungsi seperti komputer server.
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yaitu router statis dan router dinamis.
Ø  Static Router (Router Statis)
            Router Statis adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.Konfigurasi routing jenis ini biasanya dibangun dalam network yang hanya mempunyai beberapa gateway, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3. Static routing dibuat secara manual pada masing-masing gateway. Jenis ini masih memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil. Stabil dalam arti kata jarang down. Jaringan yang tidak stabil yang dipasang static routing dapat membuat kacau seluruh routing, karena tabel routing yang diberikan oleh gateway tidak benar sehingga paket data yang seharusnya tidak bisa diteruskan masih saja dicoba sehingga menghabiskan bandwith. Terlebih menyusahkan lagi apabila network semakin berkembang. Setiap penambahan sebuah router, maka router yang telah ada sebelumnya harus diberikan tabel routing tambahan secara manual. Jadi jelas, static routing tidak mungkin dipakai untuk jaringan besar, karena membutuh effort yang besar untuk mengupdatenya.
Ø  Dynamic Router (Router Dinamis)
            Router Dinamis adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. Dalam sebuah network dimana terdapat jalur routing lebih dari satu rute untuk mencapat tujuan yang sama biasanya menggunakan dynamic routing. Dan juga selain itu network besar yang terdapat lebih dari 3 gateway. Dengan dynamic routing, tinggal menjalankan routing protokol yang dipilih dan biarkan bekerja. Secara otomatis tabel routing yang terbaru akan didapatkan.
            Seperti dua sisi uang, dynamic routing selain menguntungkan juga sedikit merugikan. Dynamic routing memerlukan routing protokol untuk membuat tabel routing dan routing protokol ini bisa memakan resource komputer.
 Sumber :



Comments

Popular posts from this blog

Perintah-Perintah Dasar Linux Debian

A. Perintah-perintah dasar GNU/Linux
Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang
biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah
command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications -
Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan
menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali
ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
1. login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan
tombol passwor…

Kisah Cinta LDR (Pacaran Jarak Jauh)

Love is in the chat messenger
Girl : Kamu lagi ngapain say ?
Boy : Biasa lagi ngerjain tugas kuliah. Kamu udah makan ?
Girl : Udah. Kamu belum tidur ? Kalau disini siang berarti disana tengah malem kan ?
Boy : Biasa lah say aku belum bisa tidur kalau tugas belum selesai. Deadlinenya besok soalnya. Haha. Lembur deh aku malem ini.
Girl : Brati chatting aku ngganggu ya ?
Boy : Nggak kok, aku lagi isitirahat. Udah mau selesai juga kok tugasnya. Paling sejam lagi juga kelar
Girl : Kamu kapan pulang ke Indonesia ?
Boy : Libur semester ini aku pulang dari China ke tanah air. Mungkin dua bulan lagi. Kamu kapan pulang dari Inggris ? Aku kangen banget loh.
Girl : Mungkin libur semester juga, tapi libur semesterku masih empat bulan lagi. Yah nggak bakal ketemu dong kita. Hiks
Boy : Udah-udah. Kan sekarang kita lagi ketemuan walaupun Cuma di dunia maya.
Girl : Iya untung deh ada internet, walaupun kita LDR tetep bisa melepas cinta. Nggak kerasa udah hampir 6 bulan kita LDR.
Boy : Iya, kangen ni…

Jenis Jenis Tower Jaringan Telekomunikasi Berdasarkan . . .

Tower Jaringan Telekomunikasi adalah menara yang terbuat dari rangkaian besi atau pipa baik segi empat atau segitiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat) yang bertujuan untuk menempatkan antenna dan radio pemancar maupun sebagai penerima gelombang telekomunikasi dan informasi. Intinya Tower BTS berfungsi untuk menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan yang menuju jaringan lain.

Berdasarkan Lokasinya, tower jaringan telekomunikasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Rooftop : Tower yang berdiri di atas sebuah gedung.
2. Greenfield : Tower yang berdiri langsung di atas tanah.

Berdasarkan bentuknya, tower jaringan telekomunikasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Tower 4 Kaki ( Rectangular Tower )

Tower ini berbentuk segi empat dengan empat kaki. Tower dengan 4 kaki sangat jarang sekali dijumpai roboh. Tower jenis ini memiliki kekuatan tiang pancang serta sudah dipertimbangkan konstruksinya. Tower ini mampu menampung banyak antenna dan radio. Harga tipe ini sangat m…