Skip to main content

Cara mempartisi di Linux

Menggunakan Fdisk
Fdisk,   sebagai   nama   sebuah  tool   pengatur   partisi,   sudah   cukup  populer   baik
dikalangan pengguna dos dan pengguna linux. Di Linux, fdisk juga berperan untuk
mengatur  partisi,   baik menghapus,   dan  membuat   partisi.  Bagi   pengguna   yang
terbiasa menggunakan  fdisk di   dos,  penggunaan  fdisk  di  Linux mungkin  akan
membingugkan karena memiliki menu yang berbeda.
Fdisk   dijalankan   hanya   dengan   akses   root.   Untuk  mengatur   partisi   di   suatu
harddisk,   maka   dalam   memanggil   fdisk   harus   diesertakan   nama   devicenya.
misalkan /dev/sda atau /dev/hda. Jika nama device harddisk tidak disebutkan, maka
fdisk  tidak mau  jalan dan  tetep menanyakan device harddisk yang  ingin diolah.
Kurang lebih perintah untuk melakukan fdisk akan menjadi seperti fdisk / dev/sda
Stelah fdisk dibuka, akan disuguhi menu sebagai berikut
1| root@fullbox:~# fdisk /dev/hda
2|
3| The number of cylinders for this disk is set to 2491.
4| There is nothing wrong with that, but this is larger than
1024,
5| and could in certain setups cause problems with:
6| 1) software that runs at boot time (e.g., old versions of
LILO)
7| 2) booting and partitioning software from other OSs
8|    (e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)
9|
10|Command (m for help):                  
Kemudian tekan M unt uk melihat menu yang  tersedia di fdisk
1| Command action
2|    a   toggle a bootable flag
3|    b   edit bsd disklabel
4|    c   toggle the dos compatibility flag
5|    d   delete a partition
6|    l   list known partition types
7|    m   print this menu
8|    n   add a new partition
9|    o   create a new empty DOS partition table
10|   p   print the partition table
11|   q   quit without saving changes
12|   s   create a new empty Sun disklabel
13|   t   change a partition's system id
14|   u   change display/entry units
15|   v   verify the partition table
16|   w   write table to disk and exit
17|    x   extra functionality (experts only)
18|
19|Command (m for help):            
Secara umum, untuk mengatur partisi, perintah dasar yang digunakan adalah
p – untuk menampilkan daftar partisi yang ada
n – untuk membuat part isi baru
d – untuk menghapus parti si
q – keluar dari fdisk tanpa melakukan perubahan apapun
w – menuliskan perubahan atau  partisi baru ke harddisk dan kemudian keluar
Semua perubahan, pengaturan yang anda lakukan tidak akan diterapkan jika anda
belum menggunakan perintah W tadi.
Jika anda menekan P maka  jika harddisk  sudah berisi   tabel  partisi,  maka akan
terlihat sebagai beriku t:
1| Disk /dev/hda: 20.4 GB, 20490559488 bytes
2| 255 heads, 63 sectors/track, 2491 cylinders
3| Units = cylinders of 1 6065 * 5 12 = 8225280 bytes
4|
5|    Device Boot      Start         End      Blocks   Id
System
6| /dev/hda1   *           1          61      489951   83
Linux
7| /dev/hda2              62        2491    19518975    5
Extended
8| /dev/hda5              62         183      979933+  82
Linux swap / Solaris
9| /dev/hda6             184        2491    18538978+  8e
Linux LVM
Pada baris pertama itu menunjukkan informasi ukuran harddisk. pada baris kedua
menunjukkan informasi geomteris dari harddisk yang digunakan. Walaupun tidak
terlalu akurat. Besarnya ukuran unit, seperti yang ditunjukkan diatas adalah jumlah
head  dikalikan  jumlah  sector/track dikalikan  512 bytes  untuk  setiap  sectornya.
Kemudian satu b lock itu berukuran unit size dibagi dengan 1024.
Didalam   daftar   tabel   partisi   yang   ditampilkan   oleh   fdisk,   kolom   Device
menunjukkan  identitas  partisi.  Nama device  inilah yang nanti   sering digunakan
untuk operasi  partisi,  yang  salah  satu  fungsinya  adalah proses moutning.  Pada
kolom kedua, Boot, hanya menunjukkan apakah partisi tersebut memiliki flag boot
atau tidak. Jika dalam partisi terdapt flag boot, maka dalam kolom tersebut terdapat
tanda asterisk. Flag boot ini di beberapa sistem operasi terkdang dibutuhkan. Untuk
kasus diLinux, asalkan harddisk dan bios pengenalnya cukup standart, kehadiran
flagboot ini tidak terlalu signifikan. Pada kolom ketiga dan keempat, adalah kolom
star   dan   end.   Start   dan   End   ini  merupakan  urutan Cylinder   yang  digunakan.
Misalkan seperti pada baris ke-6, /dev/hdaa1 disana terletak pada cylinder nomer 1 hingga  cylinder   nomer   61.   kemudian  pada  baris   ke-8,   /dev/hda5  terletak  pada
cylinder nomer  62 hingga nomer 183. Pada kolom kelima adalah kolom  jumlah
block. Walaupun kolom block ini tidak menunjukkan ukuran partisi secara valid,
tapi   setidaknya dapat  merepresentasikan ukuran partisi  yang digunakan. Angka
yang terdapat dalam block kurang lebih menunjukkan ukuran partisi dalam satuan
Kilo  atau  ribuan.   jadi  kembali  ke  contoh pada barus ke-6,   /dev/hda1 memiliki
ukuran   kurang   lebih   489951   ribu   bytes,   atau   kurang   lebih   489  Mega   byte.
Perbedaan angka yang  tercantum pada  fdisk dengan ukuran partisi  yang didapat
kira-kira sekitar plus-minus 10% Untuk jumlah block yang diberi tanda plus seperti
pada baris ke-8 hal ini dikarenakan jumlahnya yang ganjil. Karena secara prinsip
jumlah cylinder hendaknya integer , tidak memiliki nilai pecahan. Karena besarnya
partisi sehingga  jumlah cylinder dan  jumlah block  terhitung ada sedikit  ke  tidak
konsistensian. Untuk penggunaanya di tingkat atas, tidak terllau berpengaruh, cara
untuk mengira-ngira ukuran partisi   juga masih berlaku. pada kolom keenam dan
ketujuh yaitu kolom untuk menunjukkan  identitas dari  partisinya.  secara pokok,
identitas dikenal dengan identitas angka dan huruf pada kolom ID, sedangkan pada
kolom system adalah nama panjang dari iden titas partisi yang digunakan.
Membuat partisi
Pertama-tama dari konsole, kita mengetik
1| fdisk /dev/sdb
Dimana menunjukkan harddisk yang dipasang adalah harddisk SATA yang kedua.
Jika   kita   perhatikan,   untuk   harddisk   terkini   yang memiliki   ukuran  besar,   jika
menggunakan fdi sk akan muncul peringata seperti beriku t
1| The number of cylinders for this disk is set to 60801.
2| There is nothing wrong with that, but this is larger than
1024,
3| and could in certain setups cause problems with:
4| 1) software that runs at boot time (e.g., old versions of
LILO)
5| 2) booting and partitioning software from other OSs
6|    (e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)
Ya..   seperti   yang   tertulis   pada   peringatan   tersebut.   Sebenarnya  tidak  masalah
dengan harddisk yang digunakan berukuran  tersebut. Hanya saja,  harddisk yang
akan digunakan mungkin akan mengalami  kesulitan apa bila digunakan pada mesin
lama. Peringatan diatas muncul karena jumlah cylinder dalam harddisk lebih besar
dari 1024 atau sekitar lebih besar dari 8,5 GB.
Kemudian sebelum kita lakukan operasi sebaiknya dilihat dulu daftar partisi yang
ada. Karena memang pada awalnya partisi belum dibuat, maka hanya menunjukkan
informasi konfigurasi harddi sk saja
1| Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
2| 255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders
3| Units = cylinders of 1 6065 * 5 12 = 8225280 bytes
4|
Dari   informasi  itu kita  mengetahu kalau harddisk yan gkita  gunakan berukuran sekitar 500 GB.  Dan kita pun dapat dengan yakin mengetahui bahwa
255*63*512*60801=500105249280 bytes.  Ya,  memang ada sedikit  selisih 2 MB
dari perhitungan yang ada. Selisih ini tinggal dimungkinkan karena ukuran harddisk
yang teramat besar . Semakin besar ukuran harddisk, selisih yang terjadi pun juga
akan semakin besar.
Setelah kit   amelihat ukuran harddisk,  kita   lalu dapat  merencanakan bagaimana
harddisk kita nanti akan dipartisi. Oke.. misalkan dengan  harddisk 500GB, kita akan
berencana membuat partisi   swap  sebesar 2 GB.  Kemudian partisi  untuk  system
sekitar 100GB kemudian si sanya kita gunakan untu k partisi /home..
Stelah  pembagian  partisi   sudah  kita   rencakanm,   kemudian mari   kita   kerjakan.
tombol yang ditekan di ilustrasikan dengan cetak tebal
1| Command (m for help): n
2| Command action
3|    e   extended
4|    p   primary partition (1­4)
5| p
6| Partition number (1­4): 1
7| First cylinder (1­60801, default 1):<ENTER>
8| Using default value 1
9| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (1­60801, default
    60801): +100000M
Partisi   untuk   system  sebesar   100GB  sudah  kita   tetapkan,   kemudian   kita   buat
extended partisi untuk menampung sisan ya.
1| Command (m for help): n
2| Command action
3|    e   extended
4|    p   primary partition (1­4)
5| e
6| Partition number (1­4): 2
7| First cylinder (12160­60801, default 12160):<ENTER>
8| Using default value 1
9| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12160­60801,
default 60801): <ENTER>
Kemduian kita buat partisi untuk swapnya. Partisi swap kita buat didalam partisi
extended. Seperti yang kita rencanakan tadi, partisi swap kita buat sebesar 2GB.
1| Command (m for help): n
2| Command action
3|    l   logical (5 or over)
4|    p   primary partition (1­4)
5| l
6| First cylinder (12160­60801, default 12160):<ENTER>
7| Using default value 1
8| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12160­60801,
default 60801): +2000M
Kemudian si sanya kita buat untuk partisi /home
1| Command (m for help): n
2| Command action
3|    l   logical (5 or over)
4|    p   primary partition (1­4)
5| l
6| First cylinder (12410­60801, default 12410):<ENTER>
7| Using default value 1
8| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12410­60801,
default 60801): <ENTER>
Setelah selesai lal u kita coba melihat has il partisi yang kita buat
1| Command (m for help): p
2|
3| Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
4| 255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders
5| Units = cylinders of 1 6065 * 5 12 = 8225280 bytes
6|
7|    Device Boot      Start         End      Blocks   Id
System
8| /dev/sdb1               1        12159    97675200   83
Linux
9| /dev/sdb2           12160        60801   390716865    5
Extended
10|/dev/sdb5           12160        12409     2008125+  83
Linux
11|/dev/sdb6           12410        60801   388692675+  83
Linux
12|
Kemudian ki ta dapat juga menambahkan informasi boo tloader ke partisi /dev/sdb1
1| Command (m for help): a
2| Partition number (1­6): 1
Setelah itu kita nyatakan partisi swapnya dengan perintah
1| Command (m for help): t
2| Partition number (1­6): 5
3| Hex code (type L to list codes): 82
4| Changed system type of partition 5 to 82 (Linux swap)
5|
Dan hasil akhirnya pun menjadi seperti berikut
1| Command (m for help): p
2|
3| Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
4| 255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders
5| Units = cylinders of 1 6065 * 5 12 = 8225280 bytes
6|
7|    Device Boot      Start         End      Blocks   Id
System
8| /dev/sdb1   *           1        12159    97675200   83
Linux
9| /dev/sdb2           12160        60801   390716865    5 Extended
10|/dev/sdb5           12160        12409     2008125+  82
Linux Swap
11|/dev/sdb6           12410        60801   388692675+  83
Linux
jika sudah yakin dengan partisi yan gkita buat, kemudian tekan perintah W untuk
menuliskan perubahan yang sudah kita lakukan kedalam  harddisk.
Walaupun Fdisk dapat mengenali berbagai macam tipe filesystem, tetapi fdisk tidak
dapat   langsung   melakukan   pembuatan   filesystem   untuk   filesystem   yang
bersangkutan. Misalkan, kita membuat partisi  dan  ingin kita set  sebagai FAT32.
Dengan perintah T, kita dapat menindent ifikasikan bahwa partisi tersebut FAT32,
tetapi tetap saja, partisi tersebut belum diformat sebagai FAT32.
Untuk melihat daftar filesystem yang dikenali oleh fdisk, kita dapat melihat dengan
memberikan perintah L
1| Command (m for help): l
2|
3|  0  Empty           1e  Hidden W95 FAT1 80  Old Minix
be  Solaris boot
4|  1  FAT12           24  NEC DOS         81  Minix / old Lin
bf  Solaris
5|  2  XENIX root      39  Plan 9          82  Linux swap / So
c1  DRDOS/sec (FAT­
6|  3  XENIX usr       3c  PartitionMagic  83  Linux
c4  DRDOS/sec (FAT­
7|  4  FAT16 <32M      40  Venix 80286     84  OS/2 hidden C:
c6  DRDOS/sec (FAT­
8|  5  Extended        41  PPC PReP Boot   85  Linux extended
c7  Syrinx
9|  6  FAT16           42  SFS             86  NTFS volume set
da  Non­FS data
10| 7  HPFS/NTFS       4d  QNX4.x          87  NTFS volume set
db  CP/M / CTOS / .
11| 8  AIX             4e  QNX4.x 2nd part 88  Linux plaintext
de  Dell Utility
12| 9  AIX bootable    4f  QNX4.x 3rd part 8e  Linux LVM
df  BootIt
13| a  OS/2 Boot Manag 50  OnTrack DM      93  Amoeba
e1  DOS access
14| b  W95 FAT32       51  OnTrack DM6 Aux 94  Amoeba BBT
e3  DOS R/O
15| c  W95 FAT32 (LBA) 52  CP/M            9f  BSD/OS
e4  SpeedStor
16| e  W95 FAT16 (LBA) 53  OnTrack DM6 Aux a0  IBM Thinkpad hi
eb  BeOS fs
1 7|  f  W95 Ext'd (LBA) 54  OnTrackDM6      a5  FreeBSD
ee  EFI GPT
18|10  OPUS            55  EZ­Drive        a6  OpenBSD
ef  EFI (FAT­12/16/
19|11  Hidden FAT12    56  Golden Bow      a7  NeXTSTEP
f0  Linux/PA­RISC b
20|12  Compaq diagnost 5c  Priam Edisk     a8  Darwin UFS
f1  SpeedStor
21|14  Hidden FAT16 <3 61  SpeedStor       a9  NetBSD
f4  SpeedStor
22|16  Hidden FAT16    63  GNU HURD or Sys ab  Darwin boot
f2  DOS secondary
23|1 7  Hidden HPFS/NTF 64  Novell Netware  b7  BSDI fs
fd  Linux raid auto
24|18  AST SmartSleep  65  Novell Netware  b8  BSDI swap
fe  LANstep
25|1b  Hidden W95 FAT3 70  DiskSecure Mult bb  Boot Wizard hid
ff  BBT
26|1c  Hidden W95 FAT3 75  PC/IX
27|
Untuk menghapuis partisi mirip dengan perintah-perintah sebelumnya, hanya saja
perintah yang digunakan adalah D.
Memformat partisi.
Apabila   harddisk   telah   dipartisi,  maka   harddisk   itu   telah   dipetakan    kedalam
section, tetapi section-section itu masih kosong. Jika harddisk diibaratkan gedung
perpustakaan yang baru saja dibangun, maka rak buku, papan petunjuk, dan katalog
buku hendaknya disiapkan dahulu sebelum buku-buku dimasukkan untuk disimpan.
Jika sebuah partisi  diibaratkan sebuah buku, maka  filesystem  ibarat kertas yang
digunakan untuk menulis.  Berbeda  jenis kertas yang dipakai,  berapa garis yang
tersedia didalam satu halaman, sangat menentukan bagaimana proses kita menulis
di buku tersebut. Dan tentunya kalau kertas belum di pasang kedalam buku, kita
tidak bisa menulis i buku tersebut.
Didalam  Linux,   filesystem  yang   standart   digunakan   adalah   ext2   dan   ext3.
Filesystem ext3 mirip dengan ext2 ditambah dengan pencatatan proses penulisan
disk yang disebut  dengan  journal. Journal   itu membuat sistem dapat pulih  lebih
cepat apalagi li strik mati secara  tiba-tiba.
Tool   yang  umum  digunakan  untuk membuat   filesystem  ext2  atau  ext3  adalah
mke2fs. Perintah  ini  umum  tersimpan di  directory  /sbin.  Aplikasi  mkfs.ext2 dan
mkfs.ext3 merupakan  penyerderhanaan  dari  mke2fs  yang   pada   prosesnya   juga
menggunakan mke2fs  yang sudah ditambahi ops i-opsi spesifik.

SPECIAL THANKS for UGOS.  Terima kasih atas ilmu yang diberikan.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Cinta LDR (Pacaran Jarak Jauh)

Love is in the chat messenger
Girl : Kamu lagi ngapain say ?
Boy : Biasa lagi ngerjain tugas kuliah. Kamu udah makan ?
Girl : Udah. Kamu belum tidur ? Kalau disini siang berarti disana tengah malem kan ?
Boy : Biasa lah say aku belum bisa tidur kalau tugas belum selesai. Deadlinenya besok soalnya. Haha. Lembur deh aku malem ini.
Girl : Brati chatting aku ngganggu ya ?
Boy : Nggak kok, aku lagi isitirahat. Udah mau selesai juga kok tugasnya. Paling sejam lagi juga kelar
Girl : Kamu kapan pulang ke Indonesia ?
Boy : Libur semester ini aku pulang dari China ke tanah air. Mungkin dua bulan lagi. Kamu kapan pulang dari Inggris ? Aku kangen banget loh.
Girl : Mungkin libur semester juga, tapi libur semesterku masih empat bulan lagi. Yah nggak bakal ketemu dong kita. Hiks
Boy : Udah-udah. Kan sekarang kita lagi ketemuan walaupun Cuma di dunia maya.
Girl : Iya untung deh ada internet, walaupun kita LDR tetep bisa melepas cinta. Nggak kerasa udah hampir 6 bulan kita LDR.
Boy : Iya, kangen ni…

Perintah-Perintah Dasar Linux Debian

A. Perintah-perintah dasar GNU/Linux
Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang
biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah
command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications -
Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan
menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali
ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
1. login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan
tombol passwor…

Jenis Jenis Tower Jaringan Telekomunikasi Berdasarkan . . .

Tower Jaringan Telekomunikasi adalah menara yang terbuat dari rangkaian besi atau pipa baik segi empat atau segitiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat) yang bertujuan untuk menempatkan antenna dan radio pemancar maupun sebagai penerima gelombang telekomunikasi dan informasi. Intinya Tower BTS berfungsi untuk menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan yang menuju jaringan lain.

Berdasarkan Lokasinya, tower jaringan telekomunikasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Rooftop : Tower yang berdiri di atas sebuah gedung.
2. Greenfield : Tower yang berdiri langsung di atas tanah.

Berdasarkan bentuknya, tower jaringan telekomunikasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Tower 4 Kaki ( Rectangular Tower )

Tower ini berbentuk segi empat dengan empat kaki. Tower dengan 4 kaki sangat jarang sekali dijumpai roboh. Tower jenis ini memiliki kekuatan tiang pancang serta sudah dipertimbangkan konstruksinya. Tower ini mampu menampung banyak antenna dan radio. Harga tipe ini sangat m…