LIMBAH KOMPUTER....



A.     Pengertian

Sampai saat ini, sampah elektronik/e-waste (termasuk di dalamnya limbah komputer) diperkirakan mencapai 50 juta ton per tahun. Masalah ini menjadi bahasan dalam konferensi yang digelar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Nairobi, Kenya. Sudah saatnya masalah ini mendapat perhatian lebih dari PBB. PBB mengamati ada kecenderungan di mana negara-negara kaya dengan mudah membuang sampah elektronik ke negara-negara Asia dan Afrika.
Data dari National Safety Council’s Environmental Health Center mencatat bahwa hingga akhir 2004 ada sekitar 315 juta unit PC di Amerika Serikat (AS) yang berakhir di tempat pembuangan sampah, bahkan sebagian ada yang diekspor. Yang terakhir ini banyak yang menjadikan negara berkembang seperti Indonesia sebagai sasaran ekspor. Dengan kata lain, AS menjadikan Indonesia serta negara berkembang lain sebagai “tempat sampah” PC bekasnya.
AS tergolong negara yang paling boros dalam pemakaian komputer. Orang Amerika lebih sering membeli peranti ini dibanding orang-orang di negara lain.
Limbah komputer kian lama kian menggunung dengan cepat. Ini disebabkan usia sebuah PC terus mengalami penurunan. Tahun 1997, rata-rata usia sebuah PC bisa bertahan 4-6 tahun. Monitornya dapat  bertahan  6-7 tahun. Tapi sejak tahun 2005, semua bagian PC sudah harus diganti dalam kurun waktu 2 tahun.

B.     Keadaan E-Waste (Utamanya Limbah Komputer) di Indonesia
Berdasarkan UNEP, setiap tahun diperkirakan ada sekitar lima sampai tujuh juta ton e-waste, yang akan meningkat 3 sampai 5%-nya setiap tahun di US. Sedangkan 80% dari sampah tersebut diekspor ke luar negeri, diantaranya masuk ke Indonesia. Dampak lingkungannya sudah dirasakan oleh masyarakat sekitar pendaurulangan tersebut dengan menurunnya tingkat kualitas air di sekitarnya. Mengingat banyak pencemaran yang telah dilakukan oleh sampah-sampah tersebut.
Tidak hanya lingkungan saja yang telah mengalami dampak negatifnya, tetapi kesehatan masyarakat di sekitarnya juga ikut terancam, karena sehari-hari mereka harus menghirup langsung racun yang ditimbulkan oleh asap pembakaran. Padahal penghasilan yang mereka dapatkan tidak setimpal dengan apa yang mereka alami nantinya di kemudian hari.
Selain harus menangani limbah impor, Indonesia juga harus menghadapi e-wastenya sendiri. Tidak hanya dari komputer bekas saja, melainkan juga dari perangkat elektronik lain yang juga memiliki komponen yang sama dengan komputer, seperti papan sirkuit, kabel, plastik dan besi.
Sebenarnya tidak semua komputer bekas tersebut merupakan barang yang tidak terpakai(rusak). Masih ada sebagian dari komputer bekas yang akan dibuang tersebut masih dapat dipergunakan. Meskipun sistemnya telah agar terbelakang.
Untuk produk yang masih dapat dipergunakan ada baiknya tidak dibuang begitu saja, melainkan disumbangkan pada orang atau Badan atau Lembaga yang masih memerlukan. Sebab biarpun agak terlambat teknologinya, bukan berarti tidak dapat dipergunakan. Contoh saja komputer dengan sistem Pentium 486. Komputer ini masih mampu menjalankan Windows 95 dan masih dapat dipergunakan untuk mengetik atau membuat tabel sederhana. Sehingga beberapa koperasi kecil, Lembaga Sosial bahkan pelajar masih dapat memanfaatkannya.
Di Negara berkembang, komputer yang seperti ini sebenarnya juga ikut ditampung dan kadang juga diekspor ke negara-negara miskin yang membutuhkannya. Namun, tidak jarang juga di negara tujuannya barang ini dijual kembali dengan harga yang tidak murah.
Terkait dengan Undang-undang tentang persampahan baru saja disahkan , salah satu substansi yang penting dalam undang-undang itu adalah extended producer responsibility (EPR). Klausul ini mewajibkan bagi pihak yang melakukan produksi barang untuk mengelola sampah yang timbul akibat penggunaan barang tersebut.Sangat dimungkinkan produsen perangkat komputer ini mau mendaur ulang sendiri hasil produksinya yang tidak lagi dapat dipergunakan sehingga masyarakat tidak perlu membawanya ke penjual besi bekas.
Masyarakat juga harus lebih teliti ketika hendak memberikan komputer bekasnya ke penampungan. Pastikan bahwa barang tersebut akan didaur ulang proses yang semestinya. Dan jika memang harus mengeluarkan biaya, maka sudah selayaknya, mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pendaurulangan secara tradisional juga akan ikut merugikannya secara tidak langsung di antaranya melalui air minum, udara dan sebagainya.
Sebenarnya banyak perusahaan komputer yang telah bersedia untuk menampung kembali produk-produknya yang tidak lagi terpakai. Namun ini semua kembali sangat bergantung kepada masyarakat untuk lebih teliti ketika membeli komputer. Apakah Desktop, Notebook, bahkan Plambook yang dibeli itu baru dan bukan barang bekas serta turut mensukseskan program EPR? Tentunya dengan menanyakan kepada si penjual atau dealer, apakah ia mau menerima barang bekas Anda nanti  jika barang tersebut tidak lagi digunakan.
C.    Bahan Berbahaya
Komputer memang dibutuhkan, namun pola hidup konsumtif terhadap benda pintar ini memicu menggunungnya limbah berbahaya. Bahan berbahaya apa saja dan ada di bagian PC yang manakah yang patut diwaspadai?
Sebagian besar komponen peranti keras PC dilapisi plastik, mulai dari keyboard, monitor, hingga  boks CPU. Plastik mengandung polybrominated flame retardants dan ratusan zat adiktif yang sulit diuraikan. Jika dibuang begitu saja, zat ini tidak dapat bersatu melebur dengan tanah. Akibatnya akan mengganggu ekosistem lingkungan.
Timbal mengakibatkan gangguan sistem saraf, darah, dan ginjal pada manusia. Pada anak-anak, perkembangan otak akan terganggu. Bagian PC yang mengandung timbal adalah komponen tersolder di papan sirkuit printer. Timbal juga terdapat di panel kaca monitor komputer. Antara tahun 1997-2004, lebih dari 315 juta unit PC di AS terbuang ke tempat sampah dan diekspor ke negara lain dengan kandungan 540 juta kilogram timbal.
Sementara itu, kadmium tergolong sebagai bahan beracun. Jika terakumulasi dalam tubuh manusia, kadmium memicu kerusakan ginjal. Gangguan pernapasan juga bisa ditimbulkan kalau bahan ini terhirup.
Merkuri dapat memicu kanker dan kerusakan otak yang fatal. Gilanya, konsumsi merkuri mencapai 22 persen untuk kebutuhan peranti elektronik seperti PC, ponsel, televisi, dan sebagainya.
Kemudian komputer juga mengandung  timah yang jika uapnya terhirup terlalu banyak ke dalam tubuh, maka dapat menghambat perkembangan otak, khususnya anak-anak.
D.    Penanganan/Pendaurulangan
Setiap bagian dari perangkat komputer (monitor, PC, notebook, printer) ini mengandung berbagai macam zat racun yang dapat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya, termasuk manusia. Oleh karena itu, dalam pendaurulangannya harus sangat hati-hati dan dengan prosedur yang benar. Jika tidak, maka zat-zat tersebut akan lepas ke udara, air dan tanah dengan tidak terkendali.
Adapun cara penanganan/pendaurulangan limbah komputer menurut jenis perangkat dan zat pencemarnya adalah :
1.      Printer
Printer adalah perangkat yang paling sederhana untuk didaur ulang. Tidak hanya cartridge-nya saja yang dapat didaur ulang, namun juga printernya. Mungkin untuk cartridge-nya, sebagian masyarakat juga sudah mengetahui bahwa plastik menjadi bahan dasar untuk membuat tempat penampung tintanya. Sehingga proses pendaurulangannya sama dengan seperti mendaur ulang plastik biasa. Namun, isi dari cartridge itu sendiri yang banyak mengandung karbon hitam yang  harus dibersihkan terlebih dahulu.
Jika cartridge berisikan tinta cair, maka air limbah cucian harus diproses sedemikian rupa agar tidak mencemari sumber air dan tanah di sekitarnya. Sedangkan jika cartridge berisikan pewarna serbuk, maka dengan membersihkannya secara manual akan menyebabkan polusi udara yang sangat berbahaya bagi si pekerja. Sebab karbon hitam yang terhirup melalui udara tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit pernafasan yang sangat berbahaya, seperti asma (sesak nafas). Sedangkan jika karbon tersebut mencemari air, maka manusia maupun makhluk hidup lainnya tidak akan dapat memanfaatkan air tersebut untuk dikonsumsi, meskipun telah melalui proses pendidihan terlebih dahulu. Peleburan plastik yang tidak melalui proses yang semestinya (pembakaran tidak sempurna), akan menyebabkan polusi udara yang mengandung zat dioxin dan furans yang sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama siapa saja yang menghirupnya secara langsung. Salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh dioxin dan furans itu sendiri adalah terganggunya sistem syaraf. Disamping itu, dioxin dan furans tergolong zat yang mudah larut dalam lemak, sehingga janin dalam ibu hamil atau air susu ibu menyusui akan sangat mudah ikut tercemar.
Berbeda dengan mesin printernya sendiri yang tidak hanya mengandung plastik dan karbon hitam saja, melainkan juga ikut terkandung besi di dalamnya. Hal inilah yang ikut membuat banyak masyarakat (kelas bawah) tertarik mendaur ulang e-waste. Karena harga per kilogram besi bekas yang terkumpul dapat mencapai Rp. 15.000,-. Harga yang cukup menggiurkan bagi sebagian orang, apalagi di jaman seperti sekarang.
Selain tidak adanya peraturan yang melarang daur ulang secara tradisional, kondisi perekonomian yang kurang baik di beberapa negara penerima e-waste juga telah menjadi pemicu bagi sebagian masyarakat untuk bersedia melakukan pekerjaan tersebut, tanpa mempedulikan dampak lingkungan yang ditimbulkannya, bahkan kesehatan mereka sendiripun ikut diacuhkan.
2.      CPU
Di dalam CPU lebih banyak lagi bahan yang memang dapat dimanfaatkan, namun proses pengambilannya juga memiliki dampak buruk yang lebih besar lagi bagi lingkungan maupun kesehatan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam sebuah CPU setidaknya terdapat satu buah papan elektronik (PCB) yang berfungsi sebagai mainboard. Belum lagi bagian lain seperti HDD, Disk driver, CD-ROM, dan masih banyak lagi. Otomatis isi dari CPU ini memiliki lebih banyak komponen yang dapat didaur ulang. Dan tentu saja dengan masing-masing cara yang berbeda pula. Komponen-komponen dalam CPU akan dipilah-pilah menurut bagiannya masing-masing.
3.      Kabel
Kabel-kabel dalam komputer akan dikumpulkan menjadi satu, kemudian dibakar untuk diambil kawat tembaganya. Padahal kita ketahui bahwa bagian luar dari kabel-kabel tersebut merupakan bahan karet yang ketika dibakar dapat menimbulkan polusi udara bagi sekitarnya. Belum lagi sisa pembakarannya yang tidak hanya berupa kawat tembaga saja, tentu saja akan ikut mencemari lingkungan sekitar pembakaran tersebut.
4.      Papan Sirkuit (PCB)
Ada beberapa zat berbahaya dan beracun dalam komponen yang terpasang di atas papan sirkuit tersebut, yang menjadi alasan mengapa papan sirkuit tidak boleh didaur ulang sembarangan. Di antaranya adalah zat-zat seperti timah, merkuri dan kadmium, yang masing-masing memiliki dampak yang sangat berbahaya.. Mengapa banyak orang yang tertarik untuk mendaur ulang papan sirkuit? Karena komponen yang terpasang di atasnya mengandung beberapa zat yang memiliki harga jual, contohnya emas. Proses untuk mendapatkan emas ini sendiri sangat rumit dan panjang. Bahkan proses kimianya sangat berbahaya jika tersentuh oleh kulit, karena menggunakan zat yang dinamakan asam nitrat.
5.      Monitor
Khusus untuk monitor CRT, tabung yang menjadi komponen utama monitor ini dinilai sangat berbahaya jika harus dilepaskan secara manual dengan tangan mengingat tabung ini termasuk barang yang mudah meledak. Selain itu, merkuri dan kadmium di dalamnya juga sangat berbahaya seperti yang telah dituturkan sebelumnya.
6.       Modem
Modem merupakan barang yang banyak digunakan pada instalasi di jaringan, namun kebanyak dari pelanggan yang mengeluh karena modemnya rusak. Jadi modem tersebut menjadi salah satu limbah yang ada pada industri tersebut. Cara menangani modem tersebut agar tidak menjadi limbah adalha sebagai berikut :
ü    Menjualnya ke tukang rombeng
ü    Memperbaikinya sehingga dapat digunakan kembali
ü    Sebagai media pembelajaran bagi siswa prakerin untuk memperbaikinya
7.        Kabel
Selain modem kabel juga merupakan barang yang selalu ada pada perusahaan elektronika. Terkadang karena sudah terlalu pendek maka kabel sering di buang begitu saja, jadi hal ini juga menambah banyak limbah yang ada. Cara menanganinya adalah sebagai berikut :
ü    Menjualnya ke tukang rombeng
ü    Menggunakannya pada alat-alat yang membutuhkan kabel pendek
ü    Dapat dignakan sebagai media pembelajaran
8.        Kardus
Kardus adalah hal yang paling sering ditemukan pada setiap industri terutamanya pada bagian gudang. Apabila tidak diperhatikan akan bertumpuk menjadi sampah. Cara menanganinya adalah sebagai berikut :
ü     Menjualnya ke tukang rombeng
ü     Digunakan sebagai penampung barang bekas agar tidak berserakan
ü     Membuangnya ke tempat pembuangan yang semestinya
9.         Mainboard dan barang elektronik lainnya
Mainboard merupakan hal yang harus diperhatikan karena apabila di buang begitu saja maka rangkaian-rangkaiannya tersebut tidak dapat di uraikan secara alami. Untuk itu lebih baik mainboard dan barag elektronik lainnya di jual ke  tukang rombeng, kerena nantinya akan di bawa lagi ke tempat pengolahan yang lebih baik, namun alangkah baiknya apabila dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Previous
Next Post »

3 Comments

Click here for Comments
October 2, 2012 at 11:15 AM ×

gan rendy ane boleh tukar link nggak sama blog nya situ. Link anda sudah saya pasang di http://tercerdas.blogspot.com/p/link-exchange.html

Tolong link saya dipasang juga ya di blognya situ.

Balas
avatar
admin
October 2, 2012 at 12:26 PM ×

udah mas... udah ane pasang..:D

Balas
avatar
admin
June 1, 2014 at 9:02 AM ×

Gan tau lokasi pembuangan limbah komputer di jabodetabek..?

Balas
avatar
admin

Blog ini nofollow, jadi berkomentarlah yang baik jangan mengandung unsur:
-SARA
-SPAM
-Komentar berkaitan dengan artikel dan atau materi yang telah disajikan.
Go Blogger Indonesia ... :D Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment